Apel Selasa Pagi: Kades Sakra Selatan Sampaikan Ucapan Idul Adha hingga Hasil Rakor Desa Berdaya Bersama Gubernur NTB
Sakra Selatan, Lombok Timur – Memasuki minggu terakhir bulan Mei, Pemerintah Desa Sakra Selatan menggelar apel rutin Selasa pagi pada 26 Mei 2026. Bertempat di Lapangan Kantor Desa Sakra Selatan, kegiatan dimulai pukul 07.30 WITA dengan Kepala Desa Sakra Selatan, Lalu Burhan,A.Md.Kep bertindak sebagai pembina apel. Barisan peserta apel terdiri dari Sekretaris Desa, seluruh Kepala Urusan, Kepala Seksi, Kepala Wilayah, staf administrasi, serta unsur pendukung Pemerintah Desa.
Mengawali amanatnya, Lalu Burhan menyampaikan ucapan selamat menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H kepada seluruh perangkat desa dan masyarakat Desa Sakra Selatan. Ia mengajak seluruh aparatur untuk memaknai momentum kurban sebagai bentuk keteladanan dalam keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial. Namun demikian, Kades menginformasikan bahwa untuk perayaan Hari Raya Kurban tahun ini di Desa Sakra Selatan tidak dilaksanakan pemotongan hewan kurban secara terpusat seperti tahun-tahun sebelumnya. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi dan hasil musyawarah bersama tokoh masyarakat. Meski begitu, Kades tetap mendorong warga yang memiliki kemampuan untuk tetap melaksanakan ibadah kurban secara mandiri di lingkungan masing-masing dan menyalurkannya kepada warga yang membutuhkan.
Agenda kedua yang disampaikan pembina apel berkaitan dengan percepatan program strategis nasional. Kades menginstruksikan agar seluruh panitia Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap segera mengikuti rapat koordinasi setelah apel selesai. Rapat koordinasi tersebut akan dipimpin langsung oleh Sekretaris Desa selaku Ketua Program PTSL tahun 2026 di Desa Sakra Selatan. Fokus pembahasan meliputi evaluasi capaian pengumpulan berkas per bulan Mei, identifikasi bidang tanah yang masih terkendala administrasi, serta penyusunan strategi penjemputan data ke dusun-dusun. Lalu Burhan menegaskan bahwa target penyelesaian PTSL harus dikejar bersama agar seluruh bidang tanah warga memiliki kepastian hukum dan dapat meningkatkan nilai aset masyarakat.
Informasi penting berikutnya adalah hasil pertemuan Kades di Mataram bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dalam pertemuan tersebut, Lalu Burhan hadir menindaklanjuti undangan rapat koordinasi Desa Berdaya TEMATIK 2026 yang mengusung tema “Sinergi Bersama Menuju NTB Makmur Mendunia”. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTB mendorong seluruh desa untuk menyusun program tematik yang selaras dengan potensi unggulan desa dan mendukung visi NTB sebagai daerah yang maju dan berdaya saing global. Untuk Desa Sakra Selatan, beberapa potensi yang akan diangkat dalam skema Desa Berdaya TEMATIK antara lain pengembangan budidaya perikanan air tawar, penguatan BUMDes, serta digitalisasi pelayanan publik. Kades meminta seluruh perangkat desa mulai menghimpun data pendukung dan menyusun konsep program agar Sakra Selatan siap berkompetisi dan mendapatkan dukungan program dari provinsi.
Selanjutnya, pembina apel memberikan waktu kepada Sekretaris Desa selaku Ketua Program PTSL untuk menyampaikan koordinasi teknis. Sekdes memaparkan jadwal turun lapangan tim ajudikasi, pembagian wilayah kerja panitia, dan batas waktu pengumpulan dokumen alas hak. Ia juga mengingatkan pentingnya ketelitian petugas dalam memverifikasi identitas pemilik, batas tanah, dan riwayat kepemilikan untuk menghindari sengketa di kemudian hari.
Pada bagian penutup amanat, Lalu Burhan kembali menekankan kedisiplinan sebagai pondasi utama tata kelola pemerintahan desa. Ia mengingatkan bahwa disiplin waktu masuk kerja, disiplin menyelesaikan administrasi, dan disiplin dalam memberikan pelayanan adalah tiga hal yang tidak bisa ditawar. Menurutnya, kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah Desa lahir dari konsistensi dalam memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan profesional. Kades mengajak seluruh peserta apel menjadikan setiap tugas sebagai bentuk pengabdian dan menjadikan kantor desa sebagai rumah pelayanan yang nyaman bagi warga.
Apel rutin Selasa pagi ditutup dengan pembacaan doa bersama. Usai apel, seluruh panitia PTSL langsung bergeser ke ruang rapat untuk melaksanakan koordinasi sesuai arahan Kepala Desa. Sementara perangkat desa lainnya kembali ke ruangan masing-masing untuk melanjutkan aktivitas pelayanan kepada masyarakat.