Pemdes Sakra Selatan Gelar Senam Jantung Sehat dan Skrining DM-HT Bersama Puskesmas
Sakra Selatan, Lombok Timur – Pemerintah Desa Sakra Selatan menyelenggarakan kegiatan Senam Jantung Sehat dan Pemeriksaan Kesehatan bagi warga yang terindikasi Diabetes Melitus serta Hipertensi pada Jumat, 29 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula dan Lapangan Kantor Desa Sakra Selatan pada Jumat minggu ke-4 bulan Mei ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular.
Kegiatan dimulai pukul 07.30 WITA dengan Senam Jantung Sehat yang diikuti oleh puluhan warga dari berbagai kelompok usia. Senam dipandu langsung oleh instruktur dan didampingi petugas kesehatan dari Puskesmas Sakra. Gerakan senam yang teratur dan terukur bertujuan melatih kekuatan otot jantung, memperbaiki sirkulasi darah, serta menjaga kebugaran tubuh. Antusiasme warga terlihat dari semangat peserta yang mengikuti setiap rangkaian gerakan hingga selesai. Suasana kebersamaan dan keceriaan mewarnai jalannya senam pagi tersebut.
Usai pelaksanaan senam, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan khusus bagi warga yang terindikasi mengidap Diabetes Melitus dan Hipertensi. Tim medis dari Puskesmas Sakra melakukan serangkaian skrining yang meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah sewaktu, pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menghitung indeks massa tubuh, serta konseling kesehatan. Warga yang hadir diberikan kartu kontrol sebagai bahan pemantauan rutin setiap bulan. Bagi warga dengan hasil pemeriksaan yang menunjukkan kadar gula darah atau tekanan darah di atas batas normal, petugas langsung memberikan rujukan dan edukasi mengenai pola makan, aktivitas fisik, serta kepatuhan minum obat.
Pada kesempatan tersebut, petugas Puskesmas Sakra juga memberikan penyuluhan kesehatan kepada seluruh peserta. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya deteksi dini penyakit DM dan HT, bahaya komplikasi yang ditimbulkan apabila tidak terkontrol, serta penerapan perilaku CERDIK. Perilaku CERDIK meliputi Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres. Petugas menekankan bahwa perubahan gaya hidup merupakan kunci utama dalam mengendalikan DM dan HT. Warga diimbau mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak, memperbanyak makan sayur serta buah, dan membiasakan berjalan kaki minimal 30 menit setiap hari.
Kepala Desa Sakra Selatan, Lalu Burhan, A.Md.Kep, melalui Kasi Pelayanan yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi kepada Puskesmas Sakra atas sinergi yang terjalin dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Pemerintah Desa menyadari bahwa penyakit tidak menular seperti DM dan HT menjadi tantangan kesehatan yang harus ditangani bersama. Karena itu, Pemdes Sakra Selatan akan terus memfasilitasi kegiatan promotif dan preventif di tingkat desa. Pihak desa juga berencana menjadikan kegiatan senam dan skrining ini sebagai agenda rutin bulanan agar kesadaran masyarakat untuk hidup sehat semakin meningkat.
Salah satu warga peserta, Ibu Sahnim, mengungkapkan rasa syukurnya atas kegiatan ini. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan di desa sangat membantu karena tidak perlu jauh ke puskesmas. Ia mengaku menjadi lebih paham mengenai kondisi kesehatannya dan termotivasi untuk menjaga pola makan setelah mendapatkan penjelasan dari petugas. Warga lain yang hadir juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkala dengan cakupan peserta yang lebih luas.
Kegiatan Senam Jantung Sehat dan Pemeriksaan Kesehatan DM-HT ditutup pukul 11.00 WITA. Tercatat Banyak warga mengikuti senam dan warga melakukan pemeriksaan kesehatan. Dari jumlah tersebut, terdapat warga yang terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi dan warga dengan kadar gula darah di atas normal. Seluruhnya telah mendapatkan edukasi dan rencana tindak lanjut dari petugas Puskesmas.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Sakra Selatan berharap dapat menekan angka kesakitan akibat penyakit tidak menular dan mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, produktif, serta mandiri dalam menjaga kesehatannya.