Posyandu Teratai II Luhun Dusun Orongdewe Gelar Layanan 3 Pilar: PMT Balita-Bumil, Penyuluhan KB, dan Skrining Lansia
Kehadiran P3KKB, Puskesmas, dan Bidan Desa Perkuat Edukasi Kesehatan Keluarga di Sakra Selatan, Rabu 20 Juni 2026
Sakra Selatan, Lombok Timur – Komitmen pelayanan kesehatan berbasis masyarakat kembali ditunjukkan Posyandu Teratai II yang berlokasi di Luhun, Dusun Orongdewe, Desa Sakra Selatan. Pada Rabu, 20 Juni 2026, posyandu tersebut melaksanakan kegiatan rutin bulanan dengan cakupan layanan yang menyeluruh, meliputi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil, penyuluhan Keluarga Berencana (KB), serta pemeriksaan kesehatan bagi kelompok lanjut usia.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA itu disambut antusias oleh warga Dusun Orongdewe. Para ibu bersama balita dan ibu hamil tampak tertib mengikuti alur lima meja pelayanan posyandu. Dimulai dari meja pendaftaran, penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi atau panjang badan, pencatatan hasil di Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), penyuluhan, hingga pelayanan kesehatan dan gizi. Pada akhir sesi, sebanyak 48 balita dan 7 ibu hamil menerima paket PMT yang terdiri dari bubur kacang hijau, telur ayam rebus, pisang, biskuit balita, dan susu. PMT berbasis pangan lokal ini diberikan sebagai intervensi gizi spesifik untuk mendukung tumbuh kembang optimal dan mencegah stunting di Desa Sakra Selatan.
Selain fokus pada ibu dan anak, Posyandu Teratai II juga membuka layanan khusus bagi lansia. Sebanyak 24 warga lanjut usia Dusun Orongdewe memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah, penimbangan berat badan, skrining gula darah sewaktu, serta konsultasi keluhan kesehatan. Para kader juga mengajak lansia melakukan senam ringan di tempat sebelum pemeriksaan guna meningkatkan kebugaran dan sirkulasi darah. Pelayanan siklus hidup ini menegaskan peran posyandu sebagai pusat kesehatan masyarakat dari bayi hingga lansia.
Agenda penting lainnya dalam kegiatan Rabu pagi itu adalah penyuluhan KB yang difasilitasi langsung oleh Tim Petugas Penyuluh Keluarga Berencana dan Kependudukan (P3KKB) Kecamatan Sakra. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya perencanaan keluarga, jenis dan manfaat alat kontrasepsi, kesehatan reproduksi pasangan usia subur, serta pencegahan pernikahan usia anak. Warga yang hadir, terutama pasangan usia subur, diberikan ruang dialog dan konseling KB secara personal. Langkah ini sejalan dengan program Bangga Kencana dalam mewujudkan keluarga berkualitas.
Turut hadir mendampingi dan memberikan penguatan teknis adalah tim dari Puskesmas Sakra bersama Ibu Bidan Desa Sakra Selatan. Ibu Bidan Desa melakukan pemeriksaan kehamilan, pelayanan imunisasi dasar bagi balita yang jadwalnya bertepatan, serta edukasi tentang pentingnya tablet tambah darah, ASI eksklusif, dan pemenuhan gizi seimbang selama masa kehamilan dan menyusui. Sementara itu, petugas gizi dari Puskesmas Sakra memantau pelaksanaan PMT dan memberikan demonstrasi pengolahan makanan bergizi berbasis bahan lokal kepada kader dan ibu balita.
Ketua Kader Posyandu Teratai II menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci suksesnya kegiatan hari ini. “Alhamdulillah semua sasaran hadir. PMT tersalur semua, penyuluhan KB berjalan interaktif, dan lansia yang periksa juga banyak. Kehadiran P3KKB, puskesmas, dan bu bidan desa sangat membantu kami menjawab pertanyaan warga secara langsung. Ini menambah kepercayaan masyarakat untuk rutin ke posyandu,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Dusun Orongdewe yang memantau langsung jalannya kegiatan. Menurutnya, Posyandu Teratai II secara konsisten menjadi garda terdepan dalam memantau status gizi dan kesehatan warga. “Data dari posyandu sangat membantu kami di tingkat dusun untuk intervensi cepat jika ada balita yang berat badannya tidak naik atau ibu hamil dengan risiko tinggi. Kami berharap dukungan dari Puskesmas dan P3KKB terus berlanjut,” ungkapnya.
Koordinator P3KKB Kecamatan Sakra yang turut hadir menekankan bahwa posyandu adalah mitra strategis dalam program pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga. “Melalui posyandu, pesan-pesan KB dan kesehatan reproduksi bisa sampai langsung ke sasaran. Hari ini ada 3 calon akseptor baru yang tertarik menggunakan MKJP setelah konseling. Ini capaian yang baik,” jelasnya.
Kegiatan Posyandu Teratai II Luhun ditutup menjelang pukul 11.00 WITA dengan pembagian PMT, doa bersama, dan evaluasi singkat antara kader, petugas Puskesmas, P3KKB, serta Ibu Bidan Desa. Seluruh pihak berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan cakupan sasaran pada bulan berikutnya.
Dengan terselenggaranya pelayanan terpadu yang mencakup gizi, KB, dan kesehatan lansia ini, Posyandu Teratai II Dusun Orongdewe kembali menegaskan perannya sebagai pusat edukasi dan pelayanan kesehatan keluarga di tingkat dusun. Sinergi antara kader, Pemerintah Desa Sakra Selatan, Puskesmas Sakra, P3KKB Kecamatan Sakra, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Desa Sakra Selatan yang sehat, mandiri, dan bebas stunting.