Sekdes Pimpin Apel Selasa Pagi: Siapkan Penyambutan Petugas BPN dan Tekankan Nilai Ibadah dalam Bekerja
Sakra Selatan, Lombok Timur – Pemerintah Desa Sakra Selatan menggelar apel rutin pada Selasa pagi, 9 Juni 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WITA tersebut dipusatkan di Lapangan Kantor Desa. Bertindak selaku pembina apel adalah Sekretaris Desa Sakra Selatan, Suryadi, M.Pd. Apel diikuti oleh seluruh jajaran perangkat desa mulai dari kepala seksi, kepala urusan, kepala wilayah, hingga staf administrasi.
Dalam amanatnya, Suryadi, M.Pd menyampaikan dua poin penting kepada seluruh peserta apel. Informasi pertama berkaitan dengan kelanjutan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap 2026. Sebagai Ketua Panitia PTSL Desa Sakra Selatan, ia menginformasikan bahwa tim dari Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Timur dijadwalkan akan datang ke Kantor Desa Sakra Selatan dalam pekan ini. Kehadiran petugas BPN tersebut dalam rangka percepatan proses validasi data, verifikasi berkas, serta koordinasi pengukuran bidang tanah lanjutan.
Menyikapi agenda tersebut, Sekdes menginstruksikan kepada seluruh panitia PTSL dan perangkat desa terkait untuk melakukan persiapan maksimal. Ia meminta agar ruang kerja disiapkan, dokumen administrasi milik warga yang sudah terkumpul dirapikan, dan data nominatif peserta PTSL dipastikan lengkap. Kaur Umum diminta menyiapkan sarana pendukung seperti meja kerja tambahan dan jaringan internet. Sementara itu, kepala wilayah diminta siaga untuk membantu memfasilitasi warga yang dipanggil petugas BPN apabila terdapat kekurangan berkas. Suryadi menegaskan bahwa pelayanan yang cepat dan akurat kepada petugas BPN akan menentukan kelancaran progres PTSL di Desa Sakra Selatan. Ia mengingatkan target penyelesaian pengukuran harus dikejar agar sertifikat tanah warga dapat segera diterbitkan.
Selain koordinasi teknis, Sekdes juga menekankan pentingnya menjaga sikap dan etika pelayanan. Petugas BPN adalah tamu sekaligus mitra kerja. Karena itu, seluruh perangkat desa diminta memberikan sambutan yang baik, membantu kebutuhan teknis di lapangan, serta mendampingi warga selama proses berlangsung. Langkah ini diharapkan mampu membangun kepercayaan dan mempercepat tahapan program yang menjadi prioritas nasional tersebut.
Pada bagian akhir amanat, Suryadi, http://M.Pd menyampaikan pesan penguatan moral kepada seluruh aparatur desa. Ia mengajak perangkat desa untuk meluruskan niat dalam setiap pelaksanaan tugas. Menurutnya, seluruh kegiatan pelayanan publik, mulai dari mengurus administrasi warga, membantu pengukuran PTSL, hingga menjaga kebersihan kantor, akan bernilai ibadah apabila dikerjakan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Pesan tersebut disampaikan sebagai pengingat bahwa tugas sebagai perangkat desa bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi juga bentuk pengabdian kepada masyarakat dan ladang amal.
Apel pagi ditutup pada pukul 08.00 WITA dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu staf. Usai apel, Suryadi, http://M.Pd langsung menggelar rapat teknis singkat dengan panitia PTSL di ruang sekretariat. Rapat tersebut membahas pembagian tugas penyambutan tim BPN, pengecekan ulang kelengkapan berkas warga, dan penentuan jadwal warga yang akan dipanggil. Kaur Pemerintahan dan Kaur Perencanaan turut hadir untuk memastikan data spasial dan data kependudukan telah sinkron.
Kepala wilayah yang hadir juga langsung bergerak ke dusun masing-masing untuk menginformasikan kepada warga yang berkasnya akan diverifikasi oleh petugas BPN. Pendekatan jemput bola ini dilakukan agar tidak ada warga yang tertinggal dan proses PTSL dapat berjalan tanpa hambatan berarti.
Melalui apel rutin Selasa pagi ini, Pemerintah Desa Sakra Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam menyukseskan program strategis nasional. Kesiapan menyambut kedatangan petugas BPN menjadi bukti keseriusan desa dalam mengawal program PTSL demi memberikan kepastian hukum atas tanah milik warga. Sementara itu, pesan tentang nilai ibadah dalam bekerja diharapkan mampu menjaga semangat dan integritas seluruh aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Desa Sakra Selatan.