Apel Rutin Kamis Pagi: Kades Sakra Selatan Sampaikan Kabar Duka, Agendakan Gotong Royong, Persiapan Audit Inspektorat, dan Tegaskan Disiplin Pelayanan
Desa Sakra Selatan, Lombok Timur – Mengawali hari kerja dengan semangat kebersamaan, Pemerintah Desa Sakra Selatan menggelar apel rutin pada Kamis, 23 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di lapangan Kantor Desa tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sakra Selatan, Lalu Burhan, A.Md.Kep., selaku pembina apel. Seluruh perangkat desa dan staf hadir dengan sikap tegap, menjadikan apel pagi sebagai momentum konsolidasi internal sekaligus penyampaian informasi penting bagi seluruh aparatur.
Apel dimulai pukul 07.30 WITA. Setelah laporan komandan apel dan penghormatan kepada pembina apel, Lalu Burhan menyampaikan amanat yang diawali dengan suasana haru. Beliau mengabarkan berita duka cita atas meninggalnya salah satu warga Dusun Dewe Serung Desa Sakra Selatan. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Mari kita tundukkan kepala sejenak, mengirimkan doa terbaik untuk almarhum/almarhumah, semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucapnya. Kepala Desa mengajak seluruh perangkat desa, staf, dan warga untuk hadir melayat ke rumah duka sebagai bentuk empati dan solidaritas sosial. Beliau juga mengimbau jajaran pemerintah desa untuk turut serta dalam prosesi pemakaman sebagai wujud penghormatan terakhir. Ajakan ini disambut khidmat oleh peserta apel.
Usai menyampaikan kabar duka, pembina apel beralih ke agenda kedua, yaitu pelaksanaan gotong royong rutin. Lalu Burhan mengingatkan bahwa Jumat minggu ke-4, yang jatuh pada esok hari, 24 April 2026, akan dilaksanakan kerja bakti bersama di area Kantor Desa Sakra Selatan. “Gotong royong bukan sekadar bersih-bersih. Ini budaya kita, cara kita merawat aset desa dan membangun kekompakan. Saya minta semua perangkat desa hadir pukul 07.00 WITA. Bawa peralatan masing-masing. Kita fokuskan pembersihan halaman, selokan, dan taman kantor agar pelayanan ke warga makin nyaman,” tegasnya. Ia berharap kegiatan ini menjadi contoh bagi warga di tiap dusun untuk mengaktifkan kembali tradisi gotong royong lingkungan.
Informasi ketiga yang disampaikan berkaitan dengan agenda pengawasan dari pemerintah kabupaten. Kepala Desa menginformasikan bahwa sesuai surat pemberitahuan yang telah diterima, Inspektorat Kabupaten Lombok Timur dijadwalkan akan melaksanakan pemeriksaan reguler di Desa Sakra Selatan pada Rabu, 29 April 2026. Pemeriksaan tersebut akan mencakup administrasi pemerintahan, keuangan, aset, dan pelaksanaan program kegiatan tahun berjalan. Menyikapi hal itu, Lalu Burhan meminta Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Kaur Keuangan, Kaur Perencanaan, Sekretaris Desa, serta seluruh Kasi untuk segera melakukan persiapan. “Mulai hari ini, rapikan SPJ, cek kesesuaian fisik dengan laporan, pastikan seluruh dokumen tertib dan lengkap. Koordinasi dengan pendamping desa jika ada yang perlu dikonsultasikan. Kita hadapi pemeriksaan ini dengan terbuka dan siap, karena ini bagian dari akuntabilitas kita kepada negara dan masyarakat,” ujarnya.
Mengakhiri amanatnya, Lalu Burhan kembali menekankan aspek fundamental dalam tata kelola pemerintahan desa, yaitu kedisiplinan. Menurutnya, kedisiplinan adalah modal utama dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Disiplin tidak hanya dimaknai sebagai hadir tepat waktu, tetapi juga mencakup disiplin menyelesaikan pekerjaan sesuai target, disiplin menggunakan seragam dinas, disiplin dalam komunikasi, serta disiplin menjaga etika saat berhadapan dengan warga. “Kepercayaan masyarakat lahir dari pelayanan kita. Kalau kita disiplin, warga akan merasa dihargai. Kalau kita abai, citra pemerintah desa yang rusak. Mari kita jaga marwah Desa Sakra Selatan lewat kinerja yang tertib dan bertanggung jawab,” pesannya dengan suara lantang.
Selain empat poin utama tersebut, Kepala Desa juga mengingatkan agar seluruh perangkat desa tetap menjaga kesehatan di tengah padatnya agenda, serta terus membangun komunikasi yang baik antar lini. Ia menegaskan bahwa setiap permasalahan di lapangan harus diselesaikan secara berjenjang dan tidak boleh dibiarkan berlarut.
Apel rutin ditutup pukul 08.10 WITA dengan doa bersama. Doa dipanjatkan untuk almarhum/almarhumah, untuk kelancaran gotong royong, untuk kesiapan menghadapi pemeriksaan Inspektorat, serta untuk kesehatan dan keselamatan seluruh warga Desa Sakra Selatan. Usai pembubaran barisan, beberapa kepala seksi tampak langsung berkoordinasi dengan Sekretaris Desa terkait pembagian tugas persiapan audit.
Melalui apel rutin ini, Pemerintah Desa Sakra Selatan menegaskan komitmennya untuk hadir secara utuh di tengah masyarakat, baik dalam suasana suka maupun duka. Sinergi antara empati sosial, budaya gotong royong, akuntabilitas administrasi, dan disiplin pelayanan menjadi fondasi untuk mewujudkan pemerintahan desa yang humanis, transparan, dan profesional.