Kedisiplinan Jadi Sorotan Utama dalam Apel Rutin Pemerintah Desa Sakra Selatan 11 Mei 2026
Sakra Selatan, Lombok Timur – Mengawali pekan kerja, Pemerintah Desa Sakra Selatan kembali menggelar apel rutin pada Senin, 11 Mei 2026. Bertempat di Lapangan Kantor Desa Sakra Selatan, kegiatan tersebut dimulai tepat pukul 07.30 WITA dan diikuti oleh seluruh unsur pemerintahan desa. Bertindak selaku pembina apel adalah Kepala Desa Sakra Selatan, Lalu Burhan, A.Md.Kep., dengan peserta apel terdiri dari Sekretaris Desa, para Kepala Urusan, Kepala Seksi, Kepala Wilayah, serta staf administrasi Kantor Desa Sakra Selatan.
Pelaksanaan apel pagi merupakan agenda konsolidasi internal yang dilaksanakan secara berkala oleh Pemerintah Desa Sakra Selatan. Selain sebagai sarana pengecekan kehadiran dan kesiapan perangkat desa dalam menjalankan tugas, apel juga menjadi forum penyampaian informasi, evaluasi kinerja, serta penguatan koordinasi antar lini pelayanan masyarakat di tingkat desa.
Dalam amanatnya, Kepala Desa Sakra Selatan, Lalu Burhan, http://A.Md.Kep., memberikan penekanan khusus terhadap isu kedisiplinan aparatur. Ia menyampaikan keprihatinan atas tren penurunan tingkat kehadiran perangkat desa dalam kegiatan apel rutin selama beberapa pekan terakhir. Menurutnya, apel pagi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan cerminan komitmen dan tanggung jawab moral sebagai pelayan masyarakat.
“Kedisiplinan waktu adalah bentuk paling dasar dari integritas. Jika kita tidak disiplin terhadap waktu apel, bagaimana masyarakat bisa yakin kita disiplin dalam melayani mereka,” tegas Lalu Burhan di hadapan peserta apel. Ia mengingatkan bahwa setiap perangkat desa telah terikat pada sumpah jabatan dan peraturan perundang-undangan yang mengatur kewajiban aparatur, termasuk kewajiban hadir tepat waktu dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan kedinasan.
Lebih lanjut, Kepala Desa memaparkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah program prioritas desa membutuhkan kerja kolektif dan kecepatan respons dari seluruh jajaran. Program seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Delineasi, hingga pelayanan Posyandu Integrasi Layanan Primer menuntut koordinasi yang solid. Kondisi tersebut tidak akan tercapai apabila tingkat kedisiplinan internal masih rendah.
Atas dasar evaluasi tersebut, beberapa arahan strategis disampaikan dalam apel. Pertama, Sekretaris Desa diminta untuk melakukan pemutakhiran daftar hadir dan merekapitulasi kehadiran apel setiap pekan sebagai bahan evaluasi kinerja. Kedua, bagi perangkat desa yang tidak hadir tanpa keterangan yang sah akan diberikan pembinaan secara bertahap sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Pembinaan dimaksudkan bukan untuk menghukum, melainkan untuk mengembalikan semangat pengabdian dan rasa tanggung jawab bersama.
Ketiga, Kepala Desa menegaskan kembali fungsi apel sebagai media komunikasi dua arah. Setiap Kepala Urusan dan Kepala Seksi diminta aktif melaporkan progres kegiatan di bidangnya masing-masing usai pelaksanaan apel, sehingga pimpinan dapat segera mengambil keputusan apabila terdapat kendala di lapangan. Keempat, seluruh perangkat desa diminta untuk menjadi teladan bagi masyarakat dalam hal etos kerja, pelayanan prima, dan menjaga marwah institusi Pemerintah Desa.
Dalam kesempatan yang sama, pembina apel juga menyampaikan apresiasi kepada perangkat desa yang selama ini konsisten hadir dan menunjukkan dedikasi tinggi dalam pelayanan. Ia berharap keteladanan tersebut dapat menular dan menjadi motivasi bagi rekan kerja yang lain. “Kita bekerja untuk masyarakat. Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus kita jaga dengan kinerja nyata, dan itu dimulai dari hal kecil seperti hadir apel tepat waktu,” imbuhnya.
Apel rutin kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu staf desa, dilanjutkan dengan pengarahan teknis oleh Sekretaris Desa terkait agenda kegiatan selama sepekan ke depan. Beberapa agenda yang disampaikan antara lain jadwal penyaluran bantuan sosial, rencana musyawarah dusun, serta persiapan kunjungan lapangan dari tim kabupaten terkait program BSPS.
Melalui apel pagi ini, Pemerintah Desa Sakra Selatan menegaskan kembali komitmen untuk berbenah dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa. Penegakan disiplin diyakini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan berkeadilan bagi seluruh warga Desa Sakra Selatan. Dengan soliditas internal yang terbangun, diharapkan seluruh target pembangunan desa tahun 2026 dapat tercapai secara optimal.