Posyandu Delima II Teliah Barat Gelar Layanan Terpadu: Balita, Ibu Hamil, dan Lansia Dapat Pemeriksaan Gratis Serta PMT Bergizi
Sakra Selatan, Lombok Timur – Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Delima II Teliah Barat kembali aktif melayani masyarakat melalui kegiatan rutin yang dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026. Bertempat di Posyandu Delima II, Dusun Teliah, Desa Sakra Selatan, kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA ini menghadirkan layanan kesehatan dasar bagi tiga kelompok sasaran utama: balita, ibu hamil, dan lanjut usia.
Kegiatan posyandu kali ini terasa lebih lengkap karena dipadukan dengan pembagian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita dan ibu hamil, serta pemeriksaan kesehatan bagi lansia. Kehadiran tenaga kesehatan dari Puskesmas Sakra, yakni Bidan Desa Sakra Selatan, bersama petugas Pembantu Pelaksana Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Keluarga Berencana (P3KKB) desa, memperkuat mutu pelayanan yang diberikan kepada warga.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan registrasi dan penimbangan oleh kader Posyandu Delima II. Untuk balita, petugas melakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala yang kemudian dicatat pada Kartu Menuju Sehat (KMS). Data ini digunakan untuk memantau pola pertumbuhan dan mendeteksi dini risiko stunting. Balita yang teridentifikasi memiliki berat badan kurang atau stagnan langsung mendapatkan konseling gizi dari Bidan Desa, disertai rujukan ke puskesmas apabila diperlukan.
Usai penimbangan, seluruh balita yang hadir menerima PMT berupa bubur kacang hijau, telur, dan buah potong yang disiapkan kader sesuai standar gizi. Bidan Desa menekankan bahwa PMT merupakan makanan tambahan, bukan pengganti ASI dan makanan utama di rumah. “Tujuannya untuk menutup kekurangan asupan gizi harian. Kami harap orang tua juga tetap memberikan makanan keluarga yang beragam dan bergizi seimbang,” ujarnya saat memberikan edukasi kepada ibu-ibu yang hadir.
Layanan untuk ibu hamil juga menjadi fokus utama. Sebanyak 15 ibu hamil mengikuti pemeriksaan antenatal yang meliputi pengukuran tekanan darah, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi fundus uteri, dan pemeriksaan lingkar lengan atas untuk mendeteksi risiko Kekurangan Energi Kronis. Setiap ibu hamil mendapatkan tablet tambah darah dan PMT khusus ibu hamil. Selain itu, Bidan Desa memberikan penyuluhan tentang tanda-tanda bahaya kehamilan, pentingnya persalinan di fasilitas kesehatan, dan persiapan menyusui eksklusif.
Kelompok lansia tidak luput dari perhatian. Tim kesehatan bersama kader melakukan pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah sewaktu, serta skrining sederhana untuk mendeteksi penyakit tidak menular. Para lansia juga mengikuti sesi senam ringan dan mendapatkan edukasi mengenai pola makan rendah garam, rendah gula, serta pentingnya aktivitas fisik ringan di usia lanjut untuk menjaga kemandirian.
Petugas P3KKB Desa Sakra Selatan turut ambil peran dengan memberikan penyuluhan Keluarga Berencana. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya mengatur jarak kelahiran, pilihan metode kontrasepsi yang aman, dan program pendewasaan usia perkawinan. Integrasi layanan KB dalam kegiatan posyandu diharapkan mampu menekan angka kehamilan berisiko dan mendukung upaya penurunan stunting di desa.
Ketua Kader Posyandu Delima II Teliah Barat menyampaikan bahwa antusiasme warga cukup tinggi. Tercatat 52 balita, 15 ibu hamil, dan 31 lansia memanfaatkan layanan pada hari itu. “Kami bersyukur warga semakin sadar untuk rutin datang ke posyandu. Ini hasil kerja sama kader, pemerintah dusun, dan masyarakat yang saling mengingatkan,” katanya.
Bidan Desa Sakra Selatan mengapresiasi kerja keras kader dan dukungan Pemerintah Dusun Teliah. Ia mengingatkan bahwa posyandu adalah bentuk nyata pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang murah, mudah diakses, dan tepat sasaran. “Deteksi dini itu penting. Kalau ada masalah sejak awal, penanganannya lebih mudah dan biaya lebih ringan,” jelasnya.
Kegiatan ditutup pukul 11.45 WITA dengan evaluasi singkat antara tim puskesmas, P3KKB, dan kader. Hasil pencatatan dan temuan lapangan akan menjadi bahan laporan ke desa dan puskesmas untuk tindak lanjut program. Pemerintah Desa Sakra Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, demi mewujudkan generasi sehat dan bebas stunting di tahun 2026.