Jangkau Semua Siklus Hidup, Posyandu ILP Sandat I Dusun Sengenger Sasar Bayi hingga Lansia: 73 Warga Manfaatkan Layanan Kesehatan Terpadu
Desa Sakra Selatan, Lombok Timur – Transformasi layanan kesehatan primer di tingkat desa kembali terlihat nyata melalui pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Posyandu Sandat I, Dusun Sengenger, Desa Sakra Selatan, Senin, 4 Mei 2026. Kegiatan yang digerakkan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Sakra Selatan ini berhasil menjangkau 73 warga dari berbagai kelompok usia, mulai dari ibu hamil, bayi balita, remaja, usia produktif, hingga lansia.
Kegiatan dimulai pukul 08.30 WITA di Balai Posyandu Sandat I dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor. Hadir langsung memantau dan mendampingi pelayanan, unsur Pokja II TP-PKK Desa Sakra Selatan yang diwakili oleh Ibu Hindun bersama jajaran kader Posyandu Sandat I. Pelayanan kesehatan terpadu ini juga didukung penuh oleh tenaga kesehatan dan petugas lintas program. Untuk layanan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM) dan skrining kesehatan lansia, hadir Baiq Tina Agustuna dan Yayu Hardianti. Sementara pelayanan imunisasi bagi bayi dan balita ditangani langsung oleh Bidan Desa, Nurhidayati, dibantu oleh Dini Cahyo. Turut serta dalam kegiatan tersebut Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Lalu Darmawangsa dan Deni Putrawan yang memberikan konseling KB serta pendataan keluarga, serta perwakilan dari Kementerian Sosial, Habibi, yang melakukan pendampingan program perlindungan sosial.
Ketua TP-PKK Desa Sakra Selatan melalui Pokja II menyampaikan bahwa pelaksanaan Posyandu ILP merupakan wujud nyata dari 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan. “Posyandu sekarang tidak hanya untuk bayi dan balita. Dengan konsep ILP, semua siklus hidup dilayani dalam satu waktu dan satu tempat. Ini memudahkan warga dan mempercepat deteksi masalah kesehatan sejak dini,” jelas Ibu Hindun di sela kegiatan.
Rangkaian kegiatan Posyandu ILP berjalan sesuai alur 5 meja layanan. Dimulai dari Meja 1: Pendaftaran, di mana kader melakukan registrasi dan pencatatan di buku kohort sesuai kelompok sasaran. Dilanjutkan ke Meja 2: Penimbangan dan Pengukuran, yang meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan/panjang badan, lingkar kepala bagi bayi, lingkar lengan atas (LILA) untuk ibu hamil dan remaja putri, serta pengukuran tekanan darah bagi usia produktif dan lansia. Meja 3: Pencatatan hasil ke dalam Kartu Menuju Sehat (KMS) dan buku bantu. Meja 4: Penyuluhan dan konseling gizi, KB, serta edukasi kesehatan oleh petugas. Terakhir, Meja 5: Pelayanan kesehatan, meliputi pemberian imunisasi, vitamin A, obat cacing, tablet tambah darah untuk remaja putri dan ibu hamil, serta pemeriksaan kesehatan oleh bidan desa.
Dari data yang dihimpun kader, total sasaran yang terdata di wilayah kerja Posyandu Sandat I cukup besar. Untuk kelompok balita tercatat sebanyak 52 anak, dan yang hadir mengikuti pelayanan sebanyak 46 anak dengan tingkat kehadiran mencapai 88,4%. Sebagian besar balita mendapatkan imunisasi sesuai jadwal, penimbangan rutin, serta pemantauan tumbuh kembang. Sebanyak 6 bayi balita menerima layanan imunisasi dan semuanya hadir 100%.
Pada kelompok usia remaja dengan total sasaran 84 orang, tercatat 3 remaja hadir memanfaatkan layanan. Mereka mendapatkan skrining tekanan darah, pengukuran LILA, dan edukasi kesehatan reproduksi serta pencegahan anemia. Untuk usia produktif dengan jumlah sasaran 240 orang, sebanyak 15 orang hadir untuk cek tekanan darah dan konseling PTM. Kelompok lansia memiliki sasaran 40 orang dengan kehadiran 6 orang yang melakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, dan konseling gizi lansia. Sementara dari 4 ibu hamil yang menjadi sasaran, 3 orang hadir untuk pemeriksaan kehamilan, pengukuran LILA, pemberian tablet tambah darah, dan konseling gizi.
Bidan Desa Nurhidayati mengapresiasi antusiasme para ibu yang membawa balitanya ke posyandu. “Capaian imunisasi 100% hari ini patut kita syukuri. Ini artinya kesadaran ibu-ibu untuk melengkapi imunisasi dasar lengkap anaknya sudah sangat baik. Tantangan kita ke depan adalah meningkatkan partisipasi remaja dan usia produktif. Mereka sering terkendala waktu karena sekolah atau bekerja,” tuturnya.
Senada dengan itu, petugas PTM Baiq Tina Agustuna menekankan pentingnya deteksi dini. “Hipertensi dan diabetes tidak ada gejala awal. Dengan rajin cek tekanan darah di posyandu, kita bisa cegah sebelum parah. Harapannya ke depan warga usia 15 tahun ke atas lebih rutin datang,” ujarnya.
PLKB Lalu Darmawangsa menambahkan bahwa momen posyandu ILP juga dimanfaatkan untuk updating data keluarga dan sosialisasi program Bangga Kencana. “Kami sampaikan informasi tentang KB pasca persalinan, KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, dan pentingnya pendewasaan usia perkawinan untuk remaja,” jelasnya.
Perwakilan Kemensos, Habibi, memastikan bahwa data peserta posyandu yang masuk kategori keluarga penerima manfaat program sosial akan diintegrasikan untuk pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Ini bentuk sinergi. Data kesehatan dari posyandu bisa jadi rujukan untuk intervensi bantuan sosial yang lebih tepat sasaran,” katanya.
Kegiatan Posyandu ILP Sandat I berakhir pukul 12.00 WITA. Meski capaian kehadiran untuk remaja, usia produktif, dan lansia masih perlu ditingkatkan, pelaksanaan perdana ILP di bulan Mei ini menjadi pijakan penting. Kolaborasi antara TP-PKK, kader, bidan desa, PLKB, petugas PTM, dan Kemensos membuktikan bahwa pelayanan kesehatan yang komprehensif dapat dihadirkan hingga ke tingkat dusun.
Ke depan, TP-PKK Desa Sakra Selatan bersama Pemerintah Desa berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi masif agar seluruh siklus hidup memanfaatkan Posyandu ILP. Dengan motto “Sehat Sejak Dini, Produktif Sepanjang Usia”, Posyandu ILP diharapkan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Desa Sakra Selatan yang sehat, mandiri, dan sejahtera.